Langsung ke konten utama

Tugas 6 [Hani] Teorema DeMorgan's

Nama: Hani Rahmawati

Kelas: 2D

NIM: 2103015118

Teorema De Morgan's


Teori De Morgan I

Teori ini menyatakan bahwa komplemen dari hasil penjumlahan akan sama dengan

hasil perkalian dari masing-masing komplemen. Teori ini melibatkan gerbang OR dan AND.

Penulisan dalam bentuk fungsi matematisnya sebagai berikut.

A + B = A • B

Teori De Morgan II

Teori ini menyatakan bahwa komplemen dari hasil kali akan sama dengan hasil

penjumlahan dari masing-masing komlemen. Teori ini melibatkan gerbang AND dan OR.

Penulisan dalam bentuk fungsi matematisnya sebagai berikut.

A • B = A + B

Contoh:

(A+ B +C)D                            =                      ABC + DEF

ABC + D                                 =                      (A+ B +C)(D + E + F)

AB +CD + EF                         =                      (A+ B)(C + D)(E + F)

ABC + D + E ABCDE            =                      (ABCDE)

Analisis Boolean Rangkaian Logika

Penyederhanaan menggunakan Aljabar Boolean

Untuk menyederhanakan fungsi boolean, dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan cara aljabar yaitu berdasarkan hukum atau Teorema Aljabar Boolean, metode peta Karnaugh, dan metode tabulasi dari Quine-Mc Cluskey.

Contoh:

AB + A ( B + C ) + B ( B + C )          =          B + AC

Atau

A B + A (B + C ) + B (B + C )           =          AB

contoh soal dan jawabannya!

1.     Sistem matematika yang terbentuk dari 3 operator logika berupa "negasi", Logika "AND" dan "OR" adalah….

a.     Aljabar Boolean

b.     System bilangan

c.     Matriks

d.     Aljabar

2.     Penukaran atau perubahan urutan variable adalah hukum….

a.     Distributive

b.     Asosiatif

c.     Komutatif

d.     Pembagian

3.     Rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah disebut…

a.     Hukum Aljabar

b.     Aljabar Boolean

c.     Gerbang Logika

d.     Konsep digital

4.     1 byte sama nilainya dengan…

a.     2 bit

b.     4 bit

c.     6 bit

d.     8 bit

5.     Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik, disebut

a.     Biner

b.     Decimal

c.     System bilangan

d.     Hexadecimal

6.     Gerbang AND akan bernilai True apabila semua inputnya bernilai….

a.     0

b.     2 dan 3

c.     True

d.     False

7.     System bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 adalah…

a.     Decimal

b.     Biner

c.     Hexadecimal

d.     Octal

8.     X = A + B merupakan fungsi dari gerbang logika…

a.     NOT

b.     AND

c.     EX-OR

d.     OR

9.     A + (B+C) = (A + B) + C  merupakan hukum…

a.     Asosiatif

b.     Komutatif

c.     Distributive

d.     Penukaran

10.  A . (B+C) = A . B + A . C merupakan hukum…

a.     Komutatif

b.     Distributive

c.     Perkalian

d.     Asosiatif

11.  AB + A ( B + C ) + B ( B + C ) Sederhanakanlah menggunakan aljabar boolean…

a.     A + B

b.     ( A + B ) C

c.     B + AC

d.     ABC

12.  Sepasang aturan transformasi yang keduanya merupakan aturan inferensi yang valid, yaitu…

a.     hukum Identitas

b.     hukum de morgan

c.     hukum involusi

d.     hukum komplemen

13.  Yang bukan termasuk kedalam fungsi relasi logika adalah…

a.     Equivalence

b.     NOT

c.     EX-NOT

d.     AND

14.  Ä€ = X, merupakan persamaan fungsi dari operasi…

a.     NOT

b.     OR

c.     AND

d.     NAND

15.  A . B = B . A merupakan hukum…

a.     Penjumlahan komutatif

b.     Perkalian komutatif

c.     Penjumlahan asosiatif

d.     Perkalian asosiatif

16.  A+1 = 1 adalah salah satu dari….

a.     Hukum aljabar Boolean

b.     Teori aljabar Boolean

c.     Aturan aljabar Boolean

d.     Contoh aljabar

17.  Teknik pembagian yang berurutan dapat juga digunakan untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan…

a.     Octal

b.     Decimal

c.     Hexadecimal

d.     Pecahan

18.  System bilangan yang berbasis 8 yaitu…

a.     Biner

b.     Octal

c.     Pecahan

d.     Decimal

19.  Untuk menentukan nilai dari sebuah system bilangan, maka digunakan…

a.     Index

b.     Radix

c.     Codex

d.     Intext

20.  Pada kompetensi dasar system computer, ada berapa system bilangan?

a.     2

b.     5

c.     4

d.     6

 

Sumber penugasan 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 8 [Hani] Function of Combination Logical

Nama: Hani Rahmawati Kelas: 2D NIM: 2103015118 Function of combination logical Rangkaian logika kombinasional atau rangkaian logika waktu-independen dalam teori rangkaian digital dapat didefinisikan sebagai jenis rangkaian logika digital yang diimplementasikan menggunakan rangkaian Boolean, di mana output rangkaian logika adalah fungsi murni dari input yang ada saja. Operasi rangkaian logika kombinasional berlangsung seketika dan rangkaian ini tidak memiliki memori atau loop umpan balik. Logika kombinasional ini berbeda dibandingkan dengan rangkaian logika sekuensial di mana outputnya bergantung pada input yang ada dan juga pada input sebelumnya. Dengan demikian, dapat di katakan bahwa logika kombinasional tidak memiliki memori, sedangkan logika sekuensial menyimpan input sebelumnya dalam memorinya. Oleh karena itu, jika input rangkaian logika kombinasional berubah, maka outputnya juga berubah. Rangkaian Logika Kombinasi| Apa itu Rangkaian Logika Kombinasional Sirkuit kombinasio...

Tugas 3 [Hani] Sistem Bilangan

Nama: Hani Rahmawati Kelas: 2D NIM: 2103015118 Sistem Bilangan, Operasi dan Kode Sistem Biner dan Kode – kode digital merupakan salah satu dasar untuk komputer dan elektronika digital secara umum. Operasi aritmatika dengan bilangan biner akan dibahas untuk memberikan dasar pengertian bagaimana komputer dan jenis – jenis perangkat digital lain bekerja. Dalam system operasi dan kode disini terdapat 4 sistem bilangan yaitu decimal, biner, oktal, dan hexadesimal. Pada bilangan decimal, dalam setiap bilangan tersebut akan terdiri dari 10 digit yaitu 0 sampai dengan 9. Sedangkan pada bilangan biner, system bilangan biner merupakan salah satu cara lain untuk melambangkan kuantitas dimana 1 (HIGH) dan 0 (LOW). Pada system bilangan biner tersebut, mempunyai nilai basis 2 dengan nilai pada setiap posisinya dibagi menjadi dua factor yang terdiri dari positivr powers of two dan negative powers of two. Aplikasi digital merupakan sebuah ilustrasi dari sebuah bangunan hitungan biner sederhana. P...

Tugas 5 [Hani Rahmawati] Aljabar Boolean

Nama: Hani Rahmawati Kelas: 2D NIM: 2103015118     Aturan-aturan Aljabar Boolean Hukum dan Aljabar Boolean Boolean aljabar adalah aljabar yang berhubungan dengan variabel biner dan operasi logika, dimana aljabar boolean adalah sistem matematika yang terbentuk dari 3 operator logika berupa "negasi", Logika "AND" dan "OR". Aljabar Boolean adalah sistem matematika yang didasarkan pada logika yang memiliki seperangkat aturan atau hukum yang berguna dalam menentukan, mengurangi atau mengekspresikan ekspresi Boolean. Hukum-hukum aljabar Boolean: a.      Hukum komutatif penjumlahan Hukum Komutatif menjelaskan bahwa penukaran atau perubahan urutan variabel input atau sinyal masukan sama sekali tidak mempengaruhi variabel output suatu rangkaian logika. A + B = B + A Hukum Perkalian komutatif A . B = B . A b.      Hukum asosiatif penjumlahan Hukum Asosiatif menjelaskan bahwa perubahan urutan penyelesaian operasi pada variabel tid...